Handry

Sedekat Yang Bersekat

In My Poems of Life on 06/05/2013 at 8:56 pm

Roh ini, juga roh dirimu. Mengambang, sesaat saja merasuk, merasuki kehidupan. Bermain bersenda canda di pelataran khayalan, yang dipertanyakan keberadaannya oleh dunia. Dunia siapa? Mungkin duniaku saja, karena duniamu memang tak menerimaku seutuhnya. Berputar di alam lainnya, segala bulir kebingungan yang melambung ke permukaan dunia, memperundingkan cerita pada seuntai kalimat “Adakah hikmah di sini?”.

Diredam keramaian yang melintas, bergemingku tetap dalam sepi. Melamunkan kembali yang berlalu, yang menginginkan adamu. Tergiring putaran waktu bermuara lampau pada penghujung hari menuju pagi, rona-rona cerita yang menguap memadat kembali. Selalu seperti itu, selalu demikian.

Mempertanyakan, pada yang menguasai jagat. Segala kebaikan yang turun ke bumi dalam balutan pedih, walau mungkin benar adanya, hanya saja mata manusia seolah tak menggapai logika dan bahasa yang diterjemahkan Langit. Butuh pemahaman lebih, pemahaman melalui tersungkurnya wajah dikala langit menghitam dan hanya lingkar cahaya temani.

Sedekat ini, namun bersekat. Antara dua ciptaan-Nya yang mencari kedamaian dalam teduhnya rangkulan, yang mungkin berada pada seperdelapan dari perjalanan memahami makna-makna terdalam kehidupan, mencoba mendefinisikan luasnya pengartian indera terhadap senyawa ketertarikan, dan memuarakan pemahaman itu pada lantunan keterikatan yang hakiki.

Handry

6 April 2013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: