Handry

Terpenjara Lampau

In Jejak-Jejak Sekitar on 29/07/2012 at 1:39 am

“Masih ada waktu, mungkin.” Pelipur hati yang bergaung, membalikkan sebingkai tanya menjadi ungkapan ketidaklelahan dalam benak. Renung yang tertinggal bersama desiran ombak masa lalu yang menarik diri mencoba terlepaskan, namun jerat itu menjadi semakin tak kuasa terurai.

Kala bait-bait kehidupan meronta-ronta, menenggelamkan, menyeret batin pada sisi yang lemah, mungkin ada yang salah dalam pemahaman memaknainya. Di saat itupula, “aku”, sebut saja demikian adanya, menunggu waktu, atau benarnya mencari tahu, di mana sesungguhnya jiwa terletak.
“Kini”, dan tak lupa “kelak”.

Pada persimpangan ketika benak melampau, tersirat demikian….

“Senang berjumpa senyummu lagi. Ulurkan tanganmu.” begitu ucap sesosok dalam benak, pada kejauhan seolah memanggil, menusuk pada rangkaian kata yang nyaris tergerus peluh. Penuh ketentraman, namun sebisa itu ia menyembunyikan hitam.

“Boleh kuajak mu menari?” ujar sosok itu melanjutkan, dengan lirih, nyaris tak terdengar, namun terasa menggema dada. Tak terasa raga mengiyakan, dipenuhi riuh alunan nada yang terlewatkan, “Dimanakah sebenarnya ku berpijak?” raungan tanya yang memenuhi rongga pikiran, namun tak tersadarkan, kembali terlampaukan.

“Mungkin ini semu, jangan kau di sini.” ujarnya, diselingi senyum getir, pada “aku” disambut hening tanpa anggukan itu, tak juga menggelengkan arah kiri dan kanan, membatu.

Hingga tangan ini mungkin tak erat lagi untuk saling bertautan, pada fase dimana langit kini menopang badan, terlepaskanlah genggaman. “Diri ini akan menghilang, tak perlu mencoba melukiskanku kembali.” ujarnya pada “aku” yang seraya terhempas ke dasar kehidupan, ‘kembali membumi’.

Di penghujung tatapan kosong itu, ada ruang “kelak” yang terucap, dalam pandangan yang telah gelap, selamanya terkubur sunyi di dasar sana.

“Bolehkah mata ini tak lagi terpejam?” ratap sendu jiwa “aku” yang kini dalam belenggu hitam itu. Bolehkah sejenak terbuka? Menggumam dalam luka.

“Teringat di saat, kita tertawa bersama, ceritakan semua tentang kita..”

-Terinspirasi dari videoclip lagu ‘Semua Tentang Kita’

#CerpenPeterpan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: