Handry

Sekelumit cerita di malam pergeseran tahun (31 Desember)

In Secarik Jejak on 01/01/2012 at 6:30 pm

31 Desember 2011

Menanti pergantian tahun memang menjadi salah satu momen yang hangat untuk berkumpul bersama, untuk tahun ini pun tak terlewatkan, tradisi yang telah lama mengakar ini. Dihabiskan dengan berkunjung terlebih dahulu ke salah satu rumah saudara sepupu, Arta, yang berulangtahun ke-22, tak ketinggalan Ua Mita, ibunya, pun merayakan di hari yang sama. Antapani tak sepadat yang terbayangkan, atau mungkin karena waktu saat itu baru menunjukkan bada maghrib. Makanan alakadarnya, sepupu yang masih balita, menjadi hiburan tersendiri dikala libur perkuliahan ini. Sedikit yang menyedihkan adalah, tim favorit saya, Manchester United gagal meraih 3 poin setelah ditaklukkan Blackburn Rovers 2-3, perayaan 70 tahun Sir Alex pun menjadi tak semeriah yang diinginkan semua orang. Namun apadaya.

Sepulang dari Antapani, sekitar pukul setengah 11, kejutan sederhana dari saya (dan juga ketiga adik saya) untuk kedua orangtua yang pada hari Jumat 30 Desember kemarin merayakan setengah abad perjalanan bersama. Alhamdulillah, melihat gurat senyum keduanya, memupus hal tak menyenangkan dari kekalahan MU sebelumnya, menyenangkan serta bersyukur dapat melakukannya untuk mereka.

Detik-detik menjelang tengah malam dihabiskan dengan menghangatkan badan berada di dekat tungku pembakaran BBQ. Sate hangat serta jagung bakar yang menjadi lakonnya, menenangkan, menyenangkan, mengenyangkan.

Tak seperti saat umur saya ini masih berada di kisaran belasan, yang biasanya membeli kembang api dan sejenisnya, saat ini entah rasanya sudah tak memerlukan itu, karena keriuhan pesta kembang api dari Lapangan Gasibu dapat terlihat cukup jelas dari lantai dua rumah ini. Dari pukul 11 lebih, saya sambil menggendong sepupu saya yang masih bayi, si Noni, menyaksikan ledakan-ledakan di udara dari lantai 2 kamar kos-kosan. Ledakan warna-warni menghiasi kelamnya malam, ekspresi bayi memang begitu natural begitupan saat melihat kembang api, tertawa riang khas bayi-bayi seusianya. Tak lupa kamera HP menjadi modal untuk mengabadikan keindahan yang mewarnai langit malam tersebut.

Hingga pukul 00.00, ketika kembang api begitu membahana di angkasa dengan hampir tanpa jeda, dalam hati mengutarakan selamat datang, juga rasa syukur diselimuti doa. Semoga perjalanan 366 hari kedepan (karena kabisat), menjadi perjalanan yang dilimpahi kelancaran dalam segala hal, untuk saya, keluarga, dan untuk semua.

Amin

Handry

1 Januari 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: