Handry

Warisan Kleinrock – TimBL

In Tugas Mata Kuliah "Creativity & Innovation" on 09/10/2011 at 11:53 am

Leonard Kleinrock. Nama yang cukup asing ditelinga masyarakat era kini, namun jika ditanya mengenai ‘Internet’ semua orang niscaya akan menganggukan kepala tanda mengetahui sebuah karya paling inovatif abad ini. Siapakah orang dibalik internet tersebut?

Tak lain tak bukan, opa yang telah disebutkan sebelumnya, Mr.Leonard Kleinrock.

Seiring berjalannya waktu, dikembangkanlah basis World Wide Web (www) oleh seorang insinyur asal Inggris, Sir Timothy John Berners-Lee, KBE (Tim Berners-Lee). Beliau yang kini terus memantau perkembangan web di seluruh dunia bersama organisasi yang ia kepalai yaitu World Wide Web Consortium (W3C).

Ide Berners-Lee ini ‘diledakkan’ oleh Jim Clark dan Marc Andreessen yang menemukan browser bernama Netscape, yang mengakibatkan efek domino pada terjadinya bubble yang menarik banyak modal baru masuk ke dalam bisnis internet.

(kiri) Leonard Kleinrock, (kanan) Tim Berners-Lee. Sang Empu

Orang-orang inilah yang membuat dunia di zaman sekarang ini dapat saling berhubungan, jarak berkilo-kilometer telah mampu disusutkan mendekati nol dengan adanya internet, karya inovatif mereka telah membuka seluas-luasnya ruang untuk warga dunia saling unjuk gigi menghasilkan karya, tak terkecuali bagi para Mahasiswa, terlebih adalah karya yang memudahkan dan bermanfaat bagiorang banyak.

Perputaran’ roda’ dunia kini memasuki fase tatanan datar, yang memunculkan daya khayal dalam pandangan maya bahwa dunia tak lagi bulat. Hal ini ditegaskan oleh Thomas L.Friedman dalam bukunya yang berjudul “The World is Flat”

Pelaku paling fenomenal dalam industri Flat World saat ini tentulah Mark Elliot Zuckerberg. Mahasiswa yang meninggalkan bangku kuliah Universitas Harvard demi sebuah proyek yang menawarkan sebuah produk untuk memudahkan orang untuk dapat saling berkomunikasi, bertegur sapa, berbagi informasi, foto, video, memberikan hiburan, dalam satu kemasan bernama Facebook. Karyanya ini membuat ia dinobatkan sebagai miliarder termuda di dunia pada tahun 2008.

Belum lagi ada Jack Dorsey yang mendapat ide membuat Twitter, microblogging paling populer saat ini, setelah lulus dari bangku kuliahnya. Tak ketinggalan Google, Myspace, Youtube, WordPress, eBay, dan masih banyak lagi karya-karya yang tercipta berbasis pada penemuan Mr.Kleinrock dan Sir Tim Berners-Lee, yaitu Internet.

    

 

 

(kiri ke kanan) Mark Zuckerberg, Larry Page & Sergey Brin, Jack Dorsey. Contoh kesuksesan

Di dunia maya inilah sebenarnya prospek paling cerah untuk seluruh masyarakat dunia menyalurkan kreatifitas dan ide-ide inovatif yang terpikirkan.  Dunia tak lagi seluas yang dulu terbayangkan, kini yang ada mungkin hanya ‘sebesar’ layar komputer di hadapan kita, namun di dalamnya terhampar lahan yang menjanjikan benefit jika mampu dimanfaatkan dan diproses secara benar.

5 level kreatifitas

Menyinggung mengenai kreatifitas, berdasarkan apa yang saya dapat dari kuliah Creativity and Innovation sejauh ini, ada 5 level kreatifitas, yakni : Kreatif Eksistensial, Komunikasi/Relasional, Instrumental, Orientasional, dan Inovasional. Jika suatu produk mampu mencakup keseluruhan level, dapat disebut luar biasa, dan itu yang dilakukan oleh Kleinrock dan Tim Berners-Lee yang menemukan Internet dari sebelumnya belum pernah ada, lalu mengkomunikasikan idenya, membuat orang menjadi kreatif, serta bermanfaat bagi masyarakat luas. Jika hal itu terlalu tinggi bagi kita, cukup masuki satu level saja dan hal itu sudah menjadi suatu kontribusi dalam pengembangan dunia menjadi lebih efektif tentunya.

Kesadaran masyarakat

Dengan kemudahan yang ada di depan mata dan di sekeliling, mengapa masih saja para mahasiswa, khususnya di Indonesia, seolah belum begitu tergerak untuk terjun langsung mendulang benefit dari lahan yang telah tersedia ini? Apa yang sebenarnya menjadi penghambat ?

Rasa takut salah, takut melangkah, takut untuk mencoba hal baru nampaknya menjadi problema paling krusial dari kegundahan para mahasiswa untuk sekedar maju walau satu langkah, di balik kegundahan yang melanda mungkin saja tersimpan potensi besar namun layu sebelum berkembang tersapu arus ‘yasudahlah, nanti saja’, ya, arus menunda-nunda untuk berbuat, mengapa harus nanti jika sebenarnya ide telah terpikirkan, waktu tak dapat diputar untuk kembali, telat selangkah saja ide yang cemerlang itu dapat ‘direbut’ oleh pemikiran serupa dari orang lain yang lebih proaktif.

Semestinya tak seperti itu, sudah seharusnya semenjak dini ditanamkan rasa percaya diri pada diri seorang anak agar pada masa pertumbuhannya menjadi anak yang tak hanya cemerlang dalam pemikiran ide, namun gemilang dalam pengeksekusian ide tersebut.Solusi untuk meminimalisasi keraguan dan faktor-faktor penghambat yang mungkin muncul, menurut saya, adalah :

a. Peran orang tua sebagai motivator yang baik semenjak anak terlahir di dunia. Semenjak dini sudah seharusnya ditanamkan semangat-semangat dan asupan pola pikir yang positif dan dijauhkan dari hal-hal yang dapat berakibat kurang baik untuk ke depannya, karena saat-saat inilah otak seorang anak masih begitu polos sehingga sangat mudah dalam menyerap segala stimulus yang ia dengar, lihat, serta rasakan.

b. Lingkungan yang kondusif. Bertemanlah dengan orang-orang yang memiliki aura positif serta bersemangat untuk menunjang anda tertular semangat tersebut sehingga tumbuh kepercayaan diri yang lebih. Percuma berada di dekat orang-orang pesimistis yang hanya akan mengotori otak anda dengan pikiran “ah, ga mungkin” , “ah, mustahil” “percuma, sia-sia”. Negatif bukan, jauhi.

c. Yang paling utama adalah, visi dan motivasi. Sesuatu yang dilakukan dengan berbekal motivasi serta memiliki tujuan yang  jelas untuk dicapai, akan mengantarkan kita pada suatu ruang dimana kita seolah selalu dituntun untuk mencapai hasil akhir tersebut, tidak terserang sindrom disorientasi arah, karena fokus yang telah dicanangkan sebelumnya.

Maka, ada baiknya kita turut berkontribusi dalam pengembangan dunia kreatif yang diusung oleh internet, warisan berharga dari Sang empu, setidaknya membubuhkan warna baru dengan karya kecil kita, dalam bentuk blog kreatif, dan semacamnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: