Handry

Tepikan Kacamata Kuda

In Tugas Mata Kuliah "Creativity & Innovation" on 24/09/2011 at 7:14 pm

Sabtu 17 September 2011 : Comlabs ITB – Ruang Multimedia

Sebuah event talkshow interaktif yang diadakan oleh komunitas ‘Akademi Berbagi’ dengan pembicara adalah Ridwan Kamil, salah seorang arsitek dan entrepreneur muda yang sedang naik daun dewasa ini dengan karya-karyanya yang inspiratif. Kebetulan beliau satu almamater dengan saya, SMAN 3 Bandung tercinta.

Mengulas mengenai tema inti ‘Creativepreneur‘, Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, menegaskan bahwa perkembangan teknologi yang semakin pesat saat ini haruslah dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengembangkan ide, menggali informasi, berbagi untuk sesama, bahkan tak jarang peluang bisnis muncul dari dunia maya ini.

Beberapa kutipan dan opini dari orang-orang berpengaruh diselipkan disela presentasi yang dipaparkan, semisal “Ide hanyalah sebuah ide bagi orang yang tidak mengeksploitasi ide tersebut.”

Kang Emil pun menyentil kultur pendidikan tanah air yang lebih mengedepankan sistem otak kiri yang sifatnya lebih pada menghapal sesuatu, bukan mengutamakan aksi, padahal dalam kehidupan ini jelas lebih membutuhkan aplikasi tindakan dari sebuah teori, tak hanya mengerti namun dapat mengintegrasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Seorang yang kreatif tentunya dapat dilihat oleh mata telanjang, melalui cerminan tindakan, pemikiran dan perilaku keseharian yang dilakukan. Namun, kreatif saja tak cukup, butuh usaha lebih mengembangkan ide serta peluang agar kemudian mampu terwujud. Ciri-ciri seorang Creativepreneur, menurut beliau, ialah :

  • Orang yang hidupnya akan maju adalah orang yang berani mengambil resiko, namun tetap terkalkulasi
  • Innovative (out of the box)
  • Strong Leadership (setting example, motivating others)
  • Agent of Change
  • Problem Solver
  • Observe
Dipaparkan juga beberapa kegiatan terkini beliau, seperti memiliki sebuah komunitas yang menanamkan gemar bercocok tanam semenjak dini, serta berbagaI macam proyek inovatif lainnya.
Pada akhirnya, kesimpulan dan pembelajaran yang dapat diambil dari Kang Emil adalah semangat. Bagaimana di usia muda, 36 tahun, telah mampu berkontribusi, tak hanya untuk diri sendiri, namun juga untuk masyarakat sekitar. Semoga kelak semakin bertambah individu-individu yang berpikiran serupa, mencari peluang, berusaha, tak sukses sendiri, menepikan ‘kacamata kuda’, peduli sesama.

Handry
Sabtu, 24 September 2011
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: