Handry

NIPPON : Negara Ini Punya Pemikiran Orientasi Nilai

In Tugas Mata Kuliah "Creativity & Innovation" on 26/08/2011 at 2:57 am

Apa sebenarnya yang terlintas pertama kali apabila seseorang disodorkan sebuah kata, “Jepang” ?

Jawaban yang terlontar bisa jadi sangatlah beragam, mulai dari ‘Harajuku‘, yang diartikan sebagai fashion style pemuda pemudi Jepang yang terkadang terkesan nyeleneh. Bisa juga ‘Doraemon‘, tokoh kartun karangan Fujiko F. Fujio yang telah ‘berkeliling’ dunia dan dikenal secara luas di berbagai negara internasional (termasuk di Indonesia). Ataupun berkenaan tentang perusahaan-perusahaan automotif Jepang semacam Honda, Suzuki, Yamaha, dll. yang telah menginvasi berbagai negara di belahan dunia dengan teknologi kendaraan yang inovatif serta mampu menembus pasar dari beragam kultur dan budaya.

Product & Brand Management

Top of Mind“. Sebuah istilah dari dunia Marketing yang kurang lebih dapat diartikan sebagai “sesuatu yang paling diingat oleh seseorang apabila disodorkan sebuah kata/produk.”

Sebagai contoh mudah : Ali diminta Ibunya untuk membeli “Kecap”. Ibu tak memberi tahu merek apa yang akan dibeli. Ali pun berpikir sejenak, lalu akhirnya ia memilih “Kecap XYZ” untuk dibeli dan dibawa pulang.

“Kecap XYZ” disini menjadi brand yang paling diingat dalam benak Ali. Itulah ‘Top of Mind’

Kembali kepada topik bahasan utama mengenai Jepang. Jepang disini kita andaikan sebagai sebuah induk produk, yang didalamnya terdapat bermacam jenis budaya, kultur, gaya hidup, sejarah, teknologi, seni, dll yang kita andaikan sebagai ‘brand’. Apabila ditentukan bahasan pertanyaan, yang diajukan pada beberapa responden, yaitu, “Negara paling kreatif dan inovatif ?”, kemungkinan besar jawaban yang akan terkumpul didominasi oleh “Jepang” sebagai bagian dari ‘Top of Mind’ mereka.

Tak dapat dipungkiri bahwa Jepang telah menjadi salah satu negara paling maju di kawasan Benua Asia. Berbagai ‘brand’ yang mereka miliki, secara perlahan namun pasti menyeruak diantara kehidupan kita saat ini. Mulai dari lifestyle yang menjadi trendsetter (Harajuku), kuliner (sushi, ramen dll), sejarah masa restorasi Meiji yang dikemas dalam packaging kartun (Samurai-X), teknologi (mobil, motor), hingga aliran musik (J-pop, J-rock)

Sebenarnya, apa yang menyebabkan orang sangat tertarik pada ragam kultur budaya yang menjadi bagian dalam diri negara Kekaisaran ini?

Menurut saya sendiri, anggapan “Branding tak sama dengan Marketing” itu benar adanya. Jepang tak memasarkan negara mereka dengan berkoar-koar lantang “Hey, lihat kami ini negara inovatif !” , namun tiap elemen masyarakat yang ada dalam negeri kepulauan ini memiliki pengaruh yang merata dalam mengubah paradigma orang mengenai kata ‘Jepang’ dalam benak masing-masing, dengan ‘aksi > teori’.

Mereka mendahulukan gerakan mengeksploitasi segala aspek positif yang dimiliki, agar imej yang tergambar pada setiap benak orang nantinya berupa pesan tersirat yang terekam dalam alam bawah sadar bahwa Jepang adalah sebuah negara unik, penuh inovasi nan kreatif.

Sejarah, disisipkan dalam sebuah kemasan kartun bernuansa romansa klasik yang menarik, membuat orang tertarik mengenal lebih jauh tentang pergolakan saat restorasi meiji secara menyeluruh. Musik, mereka memiliki duta besar yang melanglangbuana ke berbagai negara dengan J-Rock nya, itu ada dalam diri “L~arc ‘n ~ciel”. Kultur dan budaya sehari-hari sering disisipkan dalam komik serta film kartun, yang membuat banyak orang tertarik untuk seraya memesan tiket pesawat, lalu mengisi hari liburnya untuk sejenak berwisata ke Jepang. Cara ini lebih jitu, menurut saya, dibanding misalnya “Visit negara kami, menarik lho, bagus lho, bla, bla, bla” , mungkin memang strategi mereka yang demikian. Kreatif

Berorientasi pada nilai, membentuk sebuah arti. Seperti, misal, membuat kartun/manga : tak asal, namun membawa pesan, memperkenalkan kultur dan budaya pada dunia, lalu teknologi : mobil, diberi nama dengan pusaka asli dalam negeri (contoh: Katana). Begitu beragam langkah yang mereka lalui untuk menguatkan Jepang sebagai ‘produk’ unggul di benak khalayak dunia demi menyukseskan kesejahteraan dalam negeri, membuat iklim usaha dalam negeri yang kondusif dan sistematis, serta menjadi berharga bagi para calon investor untuk semakin berlomba menanamkan modalnya di ranah industri Nippon.

Semua tentu tak lahir secara instan, tak ada yang instan di dunia ini (bahkan mie instan sekalipun, butuh 3 menit). Semua berasal dari niat, tak lupa diperkaya oleh kreativitas dan inovasi, berpikir ‘liar’ keluar dari kotak batas semu, membuat semua menjadi mungkin untuk dilakukan. Semoga NKRI tercinta dapat mengambil sedikit hikmah serta ilmu dari negeri sakura, menjadi semakin berkembang dengan ragam potensi yang tersimpan. Diawali dengan pembenahan menuju good governance yang bersih, sebelum benar-benar merevolusi strategi pemasaran ‘Indonesia’ di kancah internasional, menuju negara maju.

Handry

Jum’at 26 Agustus 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: