Handry

Peluh yang mengaduh, tak beranjak untuk tetap bersimpuh

In Secarik Jejak on 21/08/2011 at 4:00 am

Adalah tak adil apabila yang terpikirkan dalam kesadaran penuh akan sebuah kehidupan,

melulu berkenaan dengan timbulnya rasa ketidakpuasan.

Ada yang mengaduh lebih keras, disaat diri ini merasa merintih perih dalam luka yang sebenarnya, mungkin, tak seberapa.

Merunduk, adalah tempat bermula rasa syukur.

Menengadah, hanyalah akan membuat paradigma sempit yang mengecilkan arti keberadaan diri.

Waktu yang tunjukkan, bahwa jika tak perlu lagi ada rasa tak beruntung dalam hati.

Baru saja diri ini tersadarkan, di saat sujud menyapu kening.

Ada peluh yang mengaduh namun tak beranjak untuk tetap bersimpuh,

dalam diri seorang perantara-Nya, yang seolah turun sejenak menyentil khalayak luas.

Di antara kungkungan keterbatasan, dalam raga yang membalut jiwa yang mulia, walau tak sempurna

ia tegap menyapa-Nya, tanpa menunjukkan nyinyir kegelisahan atas kehendak Yang Maha Kuasa,

atas ‘berkah’ takdir yang memuliakan dirinya, agar senantiasa tak jumawa, senantiasa dalam doa.

(Dari pengalaman saat shalat Jum’at, 19 Agustus 2011. Saya beribadah persis di samping seseorang yang dihinggapi keterbasan, dalam hal raga, hanya memiliki satu jari di kedua kakinya. Untuk berdiri pun nampak membutuhkan asa dan niat yang luar biasa. Saat mengucapkan “Asyhadu Alla…” pun ia ‘terpaksa’ menggunakan telunjuk tangan kiri, dikarenakan tangan kanannya hanya memiliki ibu jari. Saya hanya dapat berkata “Subhanallah”, ketika tersadar bahwa saya berada di lantai dua mesjid. 

Dengan bermacam hal yang dalam pandangan kita nampak tak mungkin, ia mampu menyampaikan pesan tersirat, “Jangan kau tinggalkan doa, meski berada di jalur terjal untuk sekedar mengucap nama-Nya” )

Handry

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: